KDBM STAI Sangatta Tahun Akademik 2026/2027 Bekali 127 Mahasiswa dengan Kompetensi Keagamaan dan Pengabdian kepada Masyarakat

Sangatta – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sangatta Kutai Timur melaksanakan Kuliah Dakwah dan Bakti Mahasiswa (KDBM) Tahun Akademik 2026/2027 selama dua hari, 3-4 September 2026. Kegiatan yang diikuti oleh 127 mahasiswa tersebut dibuka secara resmi di Masjid Kampus STAI Sangatta dan menjadi salah satu bentuk pembekalan mahasiswa dalam mempersiapkan diri untuk terjun dan berkontribusi di tengah masyarakat.

KDBM tahun ini mengusung konsep kuliah dan praktik pengabdian. Pada hari pertama, mahasiswa mendapatkan pembekalan materi keagamaan dan pengabdian kepada masyarakat sebelum kemudian melaksanakan bakti sosial secara langsung di berbagai lokasi yang telah ditentukan. Sementara pada hari kedua, mahasiswa mengikuti sejumlah perlombaan yang seluruhnya berkaitan dengan kegiatan bakti sosial yang telah mereka laksanakan.

Pembukaan KDBM diawali dengan sambutan Ketua Panitia, Mustatho’, M.Pd.I. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan pelaksanaan kegiatan.

Menurutnya, keberhasilan sebuah kegiatan tidak terlepas dari kerja sama dan dukungan seluruh panitia. Ia juga menegaskan bahwa KDBM memiliki keterkaitan erat dengan identitas STAI Sangatta sebagai perguruan tinggi Islam yang memiliki tanggung jawab dalam membekali mahasiswa dengan kemampuan keagamaan dan dakwah.

“Sekolah Tinggi Agama Islam tentu muaranya adalah dakwah. Apa yang kita dakwahkan adalah apa yang kita miliki. Berdakwah tidak hanya melalui perkataan, tetapi juga melalui perbuatan dan akhlak yang mulia,” ujarnya.

Mustatho’ menjelaskan bahwa KDBM dilaksanakan selama dua hari dengan memadukan pembekalan teori dan praktik di lapangan. Mahasiswa terlebih dahulu diberikan materi oleh para pemateri yang memiliki kompetensi di bidangnya, kemudian diarahkan untuk mengimplementasikan ilmu tersebut melalui kegiatan bakti sosial.

Dalam pembekalan tersebut, mahasiswa juga diberikan penguatan kemampuan dasar keagamaan. Sebagai bagian dari persyaratan memperoleh sertifikat KDBM, mahasiswa diwajibkan memilih salah satu bentuk praktik keagamaan, yaitu hafalan minimal 15 surah pendek, tahlil, atau zikir setelah salat beserta doa.

“Ini adalah standar kemampuan religiusitas yang harus dimiliki mahasiswa STAI Sangatta. Jangan sampai mahasiswa STAI Sangatta tidak bisa membaca surah pendek, memimpin zikir maupun tahlil,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua STAI Sangatta, Dr. Satriah, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan KDBM merupakan bagian dari komitmen kampus dalam meningkatkan mutu dan kualitas sumber daya manusia mahasiswa agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ia mengatakan, mahasiswa STAI Sangatta nantinya diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mempunyai kompetensi keagamaan dan sosial yang dapat diterapkan ketika terjun langsung di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa STAI selalu berusaha meningkatkan mutu dan kualitas sumber daya manusia dengan membaca tuntutan serta harapan masyarakat. Mahasiswa nantinya diharapkan mampu tampil dan berkontribusi secara maksimal sesuai dengan latar belakang pendidikan keislamannya,” ungkapnya.

Menurut Dr. Satriah, kemampuan membaca dan menghafal surah-surah pendek, memimpin zikir dan tahlil, serta memahami praktik keagamaan merupakan kompetensi dasar yang penting bagi mahasiswa perguruan tinggi Islam. Kompetensi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal mahasiswa ketika melaksanakan berbagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar mengikuti seluruh rangkaian pembekalan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan masa perkuliahan untuk membangun kompetensi secara menyeluruh.

“Jadilah mahasiswa-mahasiswi yang betul-betul memanfaatkan masa kuliahnya dengan sebaik-baiknya untuk menuntut ilmu, memahami dan mempelajari berbagai disiplin keilmuan, sehingga lulus dari Sekolah Tinggi Agama Islam ini sebagai mahasiswa yang matang dan siap menghadapi tuntutan masyarakat,” tuturnya.

Usai pembekalan, mahasiswa kemudian melaksanakan bakti sosial di berbagai tempat, seperti sekolah, taman kanak-kanak, masjid, mushola, TPQ, pondok pesantren tahfidzul Qur’an, hingga panti asuhan yang berada di wilayah Sangatta dan sekitarnya. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mempraktikkan nilai-nilai dakwah sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Pada hari kedua, 4 September 2026, rangkaian KDBM dilanjutkan dengan tiga jenis perlombaan yang seluruhnya berkaitan dengan kegiatan bakti sosial yang telah dilaksanakan pada hari sebelumnya. Perlombaan tersebut meliputi Lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI), Lomba Video Kreatif, dan Lomba Presentasi Bakti Sosial. Melalui ketiga lomba tersebut, setiap kelompok mahasiswa ditantang untuk mengolah pengalaman selama melaksanakan bakti sosial menjadi karya yang kreatif, informatif, dan mampu menggambarkan kontribusi mereka kepada masyarakat.

Melalui rangkaian perlombaan tersebut, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk aktif dalam kegiatan sosial, tetapi juga mampu mendokumentasikan, mengolah, merefleksikan, dan mempresentasikan pengalaman pengabdian yang telah mereka lakukan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, serta kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan hasil kegiatan secara sistematis.

Konsep tersebut sekaligus menjadikan KDBM tidak berhenti pada kegiatan bakti sosial semata, tetapi memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengevaluasi dan mengembangkan pengalaman yang diperoleh selama berinteraksi dengan masyarakat.

Melalui KDBM Tahun Akademik 2026/2027, STAI Sangatta berharap mahasiswa dapat memiliki keseimbangan antara kompetensi akademik, kemampuan keagamaan, kreativitas, dan kepedulian sosial. Pengalaman yang diperoleh selama kegiatan diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian yang lebih luas di tengah masyarakat pada masa mendatang.KDBM STAI Sangatta Tahun Akademik 2026/2027 Bekali 127 Mahasiswa dengan Kompetensi Keagamaan dan Pengabdian kepada Masyarakat

Sangatta – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sangatta Kutai Timur melaksanakan Kuliah Dakwah dan Bakti Mahasiswa (KDBM) Tahun Akademik 2026/2027 selama dua hari, 3-4 September 2026. Kegiatan yang diikuti oleh 127 mahasiswa tersebut dibuka secara resmi di Masjid Kampus STAI Sangatta dan menjadi salah satu bentuk pembekalan mahasiswa dalam mempersiapkan diri untuk terjun dan berkontribusi di tengah masyarakat.

KDBM tahun ini mengusung konsep kuliah dan praktik pengabdian. Pada hari pertama, mahasiswa mendapatkan pembekalan materi keagamaan dan pengabdian kepada masyarakat sebelum kemudian melaksanakan bakti sosial secara langsung di berbagai lokasi yang telah ditentukan. Sementara pada hari kedua, mahasiswa mengikuti sejumlah perlombaan yang seluruhnya berkaitan dengan kegiatan bakti sosial yang telah mereka laksanakan.

Pembukaan KDBM diawali dengan sambutan Ketua Panitia, Mustatho’, M.Pd.I. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan pelaksanaan kegiatan.

Menurutnya, keberhasilan sebuah kegiatan tidak terlepas dari kerja sama dan dukungan seluruh panitia. Ia juga menegaskan bahwa KDBM memiliki keterkaitan erat dengan identitas STAI Sangatta sebagai perguruan tinggi Islam yang memiliki tanggung jawab dalam membekali mahasiswa dengan kemampuan keagamaan dan dakwah.

“Sekolah Tinggi Agama Islam tentu muaranya adalah dakwah. Apa yang kita dakwahkan adalah apa yang kita miliki. Berdakwah tidak hanya melalui perkataan, tetapi juga melalui perbuatan dan akhlak yang mulia,” ujarnya.

Mustatho’ menjelaskan bahwa KDBM dilaksanakan selama dua hari dengan memadukan pembekalan teori dan praktik di lapangan. Mahasiswa terlebih dahulu diberikan materi oleh para pemateri yang memiliki kompetensi di bidangnya, kemudian diarahkan untuk mengimplementasikan ilmu tersebut melalui kegiatan bakti sosial.

Dalam pembekalan tersebut, mahasiswa juga diberikan penguatan kemampuan dasar keagamaan. Sebagai bagian dari persyaratan memperoleh sertifikat KDBM, mahasiswa diwajibkan memilih salah satu bentuk praktik keagamaan, yaitu hafalan minimal 15 surah pendek, tahlil, atau zikir setelah salat beserta doa.

“Ini adalah standar kemampuan religiusitas yang harus dimiliki mahasiswa STAI Sangatta. Jangan sampai mahasiswa STAI Sangatta tidak bisa membaca surah pendek, memimpin zikir maupun tahlil,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua STAI Sangatta, Dr. Satriah, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan KDBM merupakan bagian dari komitmen kampus dalam meningkatkan mutu dan kualitas sumber daya manusia mahasiswa agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ia mengatakan, mahasiswa STAI Sangatta nantinya diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mempunyai kompetensi keagamaan dan sosial yang dapat diterapkan ketika terjun langsung di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa STAI selalu berusaha meningkatkan mutu dan kualitas sumber daya manusia dengan membaca tuntutan serta harapan masyarakat. Mahasiswa nantinya diharapkan mampu tampil dan berkontribusi secara maksimal sesuai dengan latar belakang pendidikan keislamannya,” ungkapnya.

Menurut Dr. Satriah, kemampuan membaca dan menghafal surah-surah pendek, memimpin zikir dan tahlil, serta memahami praktik keagamaan merupakan kompetensi dasar yang penting bagi mahasiswa perguruan tinggi Islam. Kompetensi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal mahasiswa ketika melaksanakan berbagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar mengikuti seluruh rangkaian pembekalan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan masa perkuliahan untuk membangun kompetensi secara menyeluruh.

“Jadilah mahasiswa-mahasiswi yang betul-betul memanfaatkan masa kuliahnya dengan sebaik-baiknya untuk menuntut ilmu, memahami dan mempelajari berbagai disiplin keilmuan, sehingga lulus dari Sekolah Tinggi Agama Islam ini sebagai mahasiswa yang matang dan siap menghadapi tuntutan masyarakat,” tuturnya.

Usai pembekalan, mahasiswa kemudian melaksanakan bakti sosial di berbagai tempat, seperti sekolah, taman kanak-kanak, masjid, mushola, TPQ, pondok pesantren tahfidzul Qur’an, hingga panti asuhan yang berada di wilayah Sangatta dan sekitarnya. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mempraktikkan nilai-nilai dakwah sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Pada hari kedua, 4 September 2026, rangkaian KDBM dilanjutkan dengan tiga jenis perlombaan yang seluruhnya berkaitan dengan kegiatan bakti sosial yang telah dilaksanakan pada hari sebelumnya. Perlombaan tersebut meliputi Lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI), Lomba Video Kreatif, dan Lomba Presentasi Bakti Sosial. Melalui ketiga lomba tersebut, setiap kelompok mahasiswa ditantang untuk mengolah pengalaman selama melaksanakan bakti sosial menjadi karya yang kreatif, informatif, dan mampu menggambarkan kontribusi mereka kepada masyarakat.

Melalui rangkaian perlombaan tersebut, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk aktif dalam kegiatan sosial, tetapi juga mampu mendokumentasikan, mengolah, merefleksikan, dan mempresentasikan pengalaman pengabdian yang telah mereka lakukan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, serta kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan hasil kegiatan secara sistematis.

Konsep tersebut sekaligus menjadikan KDBM tidak berhenti pada kegiatan bakti sosial semata, tetapi memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengevaluasi dan mengembangkan pengalaman yang diperoleh selama berinteraksi dengan masyarakat.

Melalui KDBM Tahun Akademik 2026/2027, STAI Sangatta berharap mahasiswa dapat memiliki keseimbangan antara kompetensi akademik, kemampuan keagamaan, kreativitas, dan kepedulian sosial. Pengalaman yang diperoleh selama kegiatan diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian yang lebih luas di tengah masyarakat pada masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *