Mahasiswa Ekonomi Syariah STAI Sangatta Gelar Sosialisasi Multikulturalisme dan Moderasi Beragama di Kaliorang

SANGATTA – Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Semester 2 Weekend STAI Sangatta menggelar kegiatan Sosialisasi Multikulturalisme dan Moderasi Beragama dengan tema “Mewujudkan Anak Hebat melalui Penguatan Silaturahmi dalam Keberagaman Keyakinan”. Kegiatan tersebut berlangsung di Pantai Marang, Desa Kaliorang, Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur, Senin (27/7/2026).

Kegiatan ini diikuti sebanyak 47 peserta yang berasal dari lima sekolah di Kecamatan Kaliorang, yakni SMPN 1 Kaliorang, SMPN 2 Kaliorang, SMPN 3 Kaliorang, SMPN 4 Kaliorang, dan SMAN 1 Kaliorang. Peserta turut didampingi oleh kepala sekolah dan guru pendamping. Kegiatan juga dihadiri oleh Sekretaris Camat Kaliorang, perwakilan desa, serta pengelola Pantai Marang.

Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai pentingnya multikulturalisme dan moderasi beragama di tengah keberagaman masyarakat serta perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.

Program ini secara khusus bertujuan mereorientasi pemahaman pelajar Gen Z di Kecamatan Kaliorang mengenai moderasi beragama dan multikulturalisme di era digital. Selain memperkuat pemahaman mengenai sikap multikultural, kegiatan ini juga diarahkan untuk mengurangi miskonsepsi teologis mengenai sikap moderat, menumbuhkan kesadaran kritis terhadap pengaruh algoritma media sosial, membangun budaya tabayyun digital, serta mendorong terbentuknya ruang silaturahmi antarsekolah sebagai wadah bersama dalam menjaga kerukunan dan menangkal narasi provokatif di lingkungan masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan yang dipandu oleh pembawa acara. Setelah pembukaan, peserta bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Kutai Timur, dan Mars STAI Sangatta.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Zamri Muhaimin Nur, laporan ketua panitia yang disampaikan oleh Siti Aulia Febrianti, serta sambutan dari pengelola Pantai Marang.

Selanjutnya, Sekretaris Camat Kaliorang, Yosep Masan Kredok, S.E., M.A.P., mewakili Plt. Camat Kaliorang, memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan sosialisasi tersebut.

Dalam sambutannya, Yosep menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan yang dinilai memberikan wawasan baru bagi generasi muda di Kecamatan Kaliorang.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi hal baru dan hal baik untuk generasi muda, khususnya Kecamatan Kaliorang, membuka wawasan baru sehingga anak generasi muda dapat terus membudayakan sikap multikulturalisme dan moderasi beragama di tengah banyaknya keberagaman,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan piagam dan cendera mata kepada pihak Kecamatan Kaliorang sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan. Rangkaian pembukaan kemudian ditutup dengan pembacaan doa oleh Muhammad Rijal dan sesi foto bersama.

Setelah seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan tiga materi utama yang membahas multikulturalisme dalam pendidikan, multikulturalisme di era digital, serta arah baru moderasi beragama.

Dalam materi Multikulturalisme dalam Pendidikan, peserta diajak memahami bahwa pendidikan multikultural tidak hanya berkaitan dengan mengenal suku, budaya, bahasa, atau kesenian daerah. Lebih dari itu, pendidikan multikultural merupakan upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang adil, aman, dan terbuka bagi setiap individu tanpa memandang latar belakang.

Peserta juga didorong untuk membangun empati serta tidak mudah memberikan penilaian terhadap orang lain yang memiliki latar belakang maupun keyakinan berbeda. Toleransi dipandang bukan sekadar konsep yang dipelajari secara teoritis, melainkan nilai yang harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, kampus, maupun masyarakat.

Materi berikutnya membahas Multikulturalisme di Era Digital. Peserta diajak memahami berbagai tantangan yang muncul dari penggunaan media sosial, termasuk fenomena filter bubble dan echo chamber yang dapat membuat seseorang hanya terpapar informasi yang sesuai dengan pandangan kelompoknya.

Kondisi tersebut dapat membuat generasi muda lebih mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak terverifikasi, termasuk hoaks dan narasi yang mengandung isu SARA. Karena itu, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya budaya tabayyun, yakni memeriksa dan menyaring informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.

Generasi muda juga didorong agar tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi turut berperan aktif menciptakan konten digital yang positif, edukatif, dan mampu memperkuat kerukunan di tengah masyarakat yang beragam.

Sementara itu, materi Arah Baru Moderasi Beragama menekankan pentingnya pendekatan yang lebih kontekstual dan mudah dipahami oleh generasi muda. Moderasi beragama tidak seharusnya dipahami sebagai upaya mengurangi keyakinan atau mempermudah ajaran agama, melainkan sebagai sikap untuk tetap teguh menjalankan keyakinan masing-masing sekaligus mampu menghargai, merangkul, dan bekerja sama dengan orang lain yang memiliki perbedaan.

Sikap moderat dipandang sebagai bagian dari kedewasaan dalam beragama, terutama dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat yang memiliki beragam keyakinan, budaya, dan latar belakang.

Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran bagi para pelajar untuk memahami keberagaman secara lebih utuh. Generasi muda diharapkan mampu melihat perbedaan bukan sebagai alasan untuk saling menjauh, melainkan sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat yang harus dikelola dengan sikap saling menghargai.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat membantu mengubah persepsi yang keliru mengenai makna moderasi beragama. Sikap moderat bukan berarti kehilangan prinsip atau mengurangi keyakinan, tetapi bagaimana seseorang mampu menjalankan keyakinannya dengan tetap menghormati keberadaan orang lain.

Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat ditanamkan sejak usia muda sehingga menjadi kebiasaan dan karakter dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi peserta, panitia juga memberikan reward kepada peserta yang aktif selama kegiatan berlangsung. Pemberian penghargaan tersebut sekaligus menjadi motivasi agar para pelajar lebih aktif berdiskusi dan menyampaikan pandangan selama proses sosialisasi.

Kegiatan ini tidak berhenti pada pelaksanaan sosialisasi. Panitia juga telah menyiapkan rencana tindak lanjut berupa pembentukan forum terbuka untuk diskusi mengenai multikulturalisme dan moderasi beragama dengan cakupan peserta yang lebih luas.

Forum tersebut nantinya diharapkan tidak hanya melibatkan pelajar, tetapi juga masyarakat umum dan berbagai unsur lainnya. Konsep kegiatan juga direncanakan dikembangkan dalam skala yang lebih besar dengan menghadirkan festival yang menarik dan edukatif, sehingga pesan tentang kerukunan, toleransi, dan moderasi beragama dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Ekonomi Syariah Semester 2 Weekend STAI Sangatta menunjukkan bahwa peran mahasiswa tidak hanya berada di lingkungan akademik, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kegiatan edukatif dan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Kegiatan Sosialisasi Multikulturalisme dan Moderasi Beragama di Pantai Marang diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun generasi muda Kaliorang yang memiliki wawasan luas, kritis dalam menghadapi informasi digital, teguh dalam keyakinan, serta mampu menjaga silaturahmi dan kerukunan di tengah keberagaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *