Sangatta, 24 Agustus 2026 Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sangatta Kutai Timur melalui Jurusan Tarbiyah menggelar Workshop Kesiapan Profesional Calon Guru PAI dan PGMI dengan tema “From Campus to Classroom: Membentuk Calon Guru PAI dan PGMI yang Profesional, Berkarakter, Adaptif, dan Siap Mengajar.” Kegiatan berlangsung di Ruang Microteaching Jurusan Tarbiyah STAI Sangatta dan diikuti oleh 65 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) yang akan melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).
Workshop ini diselenggarakan sebagai pembekalan bagi mahasiswa sebelum memasuki lingkungan sekolah. Program Studi PAI dan PGMI memandang kesiapan calon guru tidak cukup hanya dengan penguasaan teori. Mahasiswa juga perlu memiliki kemampuan pedagogik, profesional, sosial, kepribadian, serta kompetensi digital untuk menghadapi dinamika pembelajaran di sekolah.
Kegiatan dibuka oleh Dr. Satriah, M.Pd., Ketua STAI Sangatta, setelah sebelumnya peserta memperoleh sambutan dari Dr. Eko Nursalim, M.S.I., Wakil Ketua I STAI Sangatta. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pembekalan dan praktik bersama para narasumber.
Narasumber pertama, Subari, M.Pd., Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur, menyampaikan materi “Menjadi Guru Profesional: Ready to Teach and Manage the Classroom”. Materi tersebut berfokus pada kesiapan mengajar dan praktik pengelolaan kelas bagi calon guru.

Mahasiswa diajak memahami bahwa guru profesional tidak hanya menguasai materi pembelajaran. Guru juga harus mampu merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran serta menciptakan lingkungan belajar yang aktif, kondusif, inklusif, dan teratur.
Sesi berikutnya menghadirkan Dr. Anjani Putri Belawati Pandiangan, M.Pd.I. dengan materi “Praktik Mengajar dan Kesiapan Menghadapi PPL di Era Digital”. Sesi ini membekali mahasiswa dengan keterampilan memanfaatkan teknologi informasi secara tepat dalam pembelajaran PAI dan PGMI.
Dalam sesi praktik, mahasiswa diperkenalkan pada berbagai bentuk pemanfaatan teknologi pembelajaran. Materi mencakup penggunaan LMS, media presentasi, video pembelajaran, kuis digital, serta strategi pemanfaatan teknologi berdasarkan tujuan pembelajaran. Pendekatan yang ditekankan adalah bahwa pedagogi harus menjadi dasar, sedangkan teknologi digunakan untuk memperkuat pengalaman belajar.
Mahasiswa juga mendapatkan penguatan mengenai TPACK, yaitu integrasi pengetahuan materi, pedagogi, dan teknologi dalam praktik pembelajaran. Mereka diarahkan untuk merancang pengalaman belajar digital yang memiliki tujuan jelas, aktivitas siswa yang aktif, bukti belajar yang terukur, serta alternatif pembelajaran ketika teknologi atau jaringan internet mengalami kendala.
Aspek lain yang menjadi perhatian adalah penggunaan Artificial Intelligence (AI) secara etis. Mahasiswa diarahkan untuk menggunakan AI sebagai alat bantu dalam persiapan pembelajaran, tetapi tetap melakukan verifikasi terhadap materi, memperhatikan kesesuaian usia peserta didik, menghindari bias, menjaga privasi, serta memperhatikan hak cipta.
Workshop juga menempatkan microteaching sebagai bagian penting dari persiapan PPL. Melalui simulasi pembelajaran, mahasiswa berlatih menyampaikan materi, mengelola kelas, melakukan transisi kegiatan, mengaktifkan peserta didik, serta melakukan pengecekan pemahaman.

Ketua Jurusan Tarbiyah STAI Sangatta, Miftakhul Rizal Mubaidilla, M.Pd.I., melalui program pembinaan Jurusan Tarbiyah menegaskan pentingnya pembekalan yang terstruktur bagi calon guru. Program tersebut mencakup microteaching, mentoring dosen dan mahasiswa, workshop kompetensi pedagogik dan teknologi pembelajaran, serta pendampingan persiapan PPL.
Kegiatan yang diselenggarakan bersama oleh Program Studi PAI dan PGMI ini menggunakan pendekatan 30 persen teori dan 70 persen praktik. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, studi kasus, role play, microteaching, simulasi pembelajaran, praktik pembuatan media pembelajaran, refleksi, dan penyusunan komitmen sebagai calon guru profesional.
Melalui workshop ini, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih kuat mengenai karakteristik guru profesional, kesiapan melaksanakan PPL, pengalaman microteaching, kemampuan menghadapi kasus pembelajaran, pemahaman etika di sekolah, serta komitmen untuk menjaga nama baik STAI Sangatta selama berada di sekolah mitra.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Jurusan Tarbiyah STAI Sangatta Kutai Timur untuk memperkuat hubungan antara pembelajaran di kampus dan kebutuhan nyata di sekolah. Melalui pembekalan yang memadukan teori, praktik, teknologi, dan refleksi, calon guru PAI dan PGMI dipersiapkan agar mampu memasuki lingkungan sekolah dengan lebih percaya diri, adaptif, bertanggung jawab, dan profesional.
From Campus to Classroom bukan sekadar persiapan administratif menuju PPL. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji kesiapan diri, memperkuat kompetensi, dan membangun komitmen sebagai calon pendidik yang siap menghadapi tuntutan pembelajaran di era digital.






