SANGATTA – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sangatta terus memperkuat kolaborasi akademik ant perguruan tinggi melalui penyelenggaraan webinar nasional bertema “Transformasi Digital Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Strategi Inovatif dalam Membangun Generasi Muslim Adaptif, Kreatif, dan Berakhlak Mulia di Era Society 5.0”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Kamis (15/10/2026), mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai.
Webinar nasional ini menghadirkan Sutrian Efendi, M.Pd., Koordinator Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, sebagai narasumber pertama, serta Dr. Eko Nursalim, M.S.I., Wakil Ketua I Bidang Akademik STAI Sangatta, sebagai narasumber kedua. Kegiatan dibuka dengan sambutan Ketua STAI Sangatta, Dr. Satriah, M.Pd.
Peserta webinar terdiri atas dosen STAI Sangatta, mahasiswa Program Studi PAI STAI Sangatta, mahasiswa PAI UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, serta alumni PAI STAI Sangatta. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman akademik sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan antara kedua perguruan tinggi.
Dalam pemaparannya, Sutrian Efendi, M.Pd., membahas pentingnya inovasi strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di tengah transformasi digital dan perkembangan teknologi pada era Society 5.0. Pembelajaran PAI dituntut tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan keagamaan, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan pembentukan karakter peserta didik.

Pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dapat menjadi salah satu alternatif untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, menarik, dan kontekstual. Namun, penerapan teknologi dalam pendidikan Islam tetap perlu disertai penguatan nilai-nilai keislaman, etika, tanggung jawab, dan keteladanan pendidik.
Pendidikan Islam di era digital diharapkan mampu membentuk generasi Muslim yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, serta akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran Dr. Eko Nursalim, M.S.I., selaku Wakil Ketua I Bidang Akademik STAI Sangatta sebagai narasumber kedua menjadi bagian dari kontribusi institusi dalam pengembangan wacana akademik mengenai transformasi pembelajaran PAI. Keterlibatan pimpinan bidang akademik STAI Sangatta dalam webinar ini juga memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendorong pengembangan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Webinar nasional ini sekaligus menjadi salah satu bentuk implementasi kerja sama akademik antara Program Studi PAI STAI Sangatta dan Program Studi PAI UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Kerja sama tersebut berawal dari inisiatif yang dipelopori oleh PPPAI dalam sebuah kegiatan di Bandung, yang menjadi ruang pertemuan dan penguatan jejaring antarpengelola program studi PAI dari berbagai perguruan tinggi.
Melalui kegiatan ini, kolaborasi kedua program studi diwujudkan dalam pertukaran pengetahuan, penguatan kapasitas akademik, serta pengembangan gagasan inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. Keterlibatan dosen, mahasiswa, dan alumni dari kedua perguruan tinggi turut membuka ruang interaksi akademik yang lebih luas dan mendorong pengembangan kemitraan yang berkelanjutan.
Ke depan, kerja sama tersebut diharapkan dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan akademik bersama, seperti seminar dan kuliah tamu, penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah, pengembangan kurikulum, serta program lain yang mendukung peningkatan mutu pendidikan Islam.

Melalui webinar nasional ini, STAI Sangatta menegaskan komitmennya untuk terus mendorong inovasi pembelajaran dan memperluas jejaring kerja sama dengan perguruan tinggi lain. Transformasi digital dalam pendidikan diharapkan tidak hanya menghadirkan proses pembelajaran yang lebih efektif, tetapi juga mampu memperkuat nilai-nilai spiritual dan karakter peserta didik.
Sinergi antara STAI Sangatta dan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam mempersiapkan pendidik PAI yang adaptif terhadap perkembangan zaman, kreatif dalam pembelajaran, unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan, serta konsisten menjadikan nilai-nilai Islam dan akhlak mulia sebagai landasan pendidikan.






