Sangatta, 12 Juli 2026 – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sangatta Kutai Timur sukses menyelenggarakan Kuliah Tamu Nasional Online (Visiting Lecture) pada Mata Kuliah Pengantar Ilmu Pendidikan dengan mengusung tema “Transformasi Pendidikan Dasar Indonesia: Mempersiapkan Calon Guru PGMI Menghadapi Inovasi Kurikulum, Pembelajaran Berbasis Proyek, Coding, Unplugged, dan Kurikulum Cinta.” Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh mahasiswa PGMI STAI Sangatta, dosen, serta peserta dari berbagai perguruan tinggi dan praktisi pendidikan.
Acara diawali dengan sambutan sekaligus Keynote Speech oleh Ketua STAI Sangatta Kutai Timur, Dr. Satriah, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa transformasi pendidikan dasar harus direspons oleh perguruan tinggi melalui penyelenggaraan pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan selaras dengan arah kebijakan pendidikan nasional. Menurut beliau, calon guru PGMI harus mampu menjadi pendidik yang tidak hanya menguasai kompetensi pedagogik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, serta mampu memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter dan keislaman.
Kuliah tamu menghadirkan dua narasumber yang berkompeten di bidang pendidikan dasar. Narasumber pertama, Dr. Salati Asmahasana, S.Pd., M.Pd., Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor, menyampaikan materi mengenai trasnformasi guru Pendidikan Dasar yang berdaya saing dan implementasi Project-Based Learning (PjBL). Beliau menjelaskan bahwa transformasi pendidikan dasar menuntut guru untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui penguatan kompetensi pedagogik, literasi digital, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, serta penguasaan bahasa asing. Implementasi Project-Based Learning (PjBL) menjadi salah satu pendekatan strategis untuk menciptakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, kontekstual, dan mampu menghubungkan teori dengan praktik. Oleh karena itu, calon guru PGMI perlu membangun budaya belajar sepanjang hayat, terbuka terhadap inovasi, serta siap berkolaborasi agar mampu melahirkan generasi yang berkarakter, kreatif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.

Selanjutnya, Ali Mahsun, M.Pd., Kaprodi PGMI Universitas Hasyim As’ari Jombang, memaparkan tentang Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Beliau menekankan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan pendekatan pendidikan yang menempatkan kasih sayang, empati, penghargaan terhadap keberagaman, serta penguatan karakter sebagai fondasi utama pembelajaran. Di tengah tantangan era digital dan disrupsi teknologi, guru tidak hanya dituntut menguasai kompetensi pedagogik dan literasi digital, tetapi juga menjadi teladan yang mampu membangun lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan humanis. Melalui integrasi nilai-nilai cinta dalam setiap proses pembelajaran, diharapkan lahir generasi yang unggul secara akademik, berkarakter mulia, memiliki kepedulian sosial dan lingkungan, serta siap menghadapi tantangan global tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan.
Kegiatan dipandu oleh Nur Muhabibudin, M.Pd., Kaprodi PGMI STAI Sangatta Kutai Timur, yang bertindak sebagai host. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan bahwa kuliah tamu ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi PGMI STAI Sangatta untuk terus menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan dunia pendidikan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan yang komprehensif mengenai kebijakan pendidikan dasar sekaligus inspirasi dalam mengembangkan praktik pembelajaran yang inovatif ketika menjadi guru nantinya.

Diskusi berlangsung dinamis dengan antusiasme peserta yang tinggi. Berbagai pertanyaan diajukan mengenai implementasi Kurikulum Cinta, strategi penerapan pembelajaran berbasis proyek di Madrasah Ibtidaiyah, integrasi coding dan computational thinking dalam pembelajaran, serta kompetensi yang harus dimiliki guru profesional di era transformasi pendidikan. Para narasumber memberikan berbagai contoh praktik baik yang dapat diadaptasi oleh mahasiswa dalam kegiatan praktik mengajar maupun saat memasuki dunia kerja.
Melalui penyelenggaraan kuliah tamu ini, Program Studi PGMI STAI Sangatta berharap mahasiswa semakin siap menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen program studi dalam meningkatkan kualitas akademik, memperluas jejaring kolaborasi dengan perguruan tinggi mitra, serta mempersiapkan lulusan yang profesional, inovatif, adaptif, berkarakter, dan mampu berkontribusi dalam mewujudkan transformasi pendidikan dasar Indonesia.






