Ujian Munaqosah STAI Sangatta Tahun 2026 Berjalan Lancar dan Sukses

Sangatta, 7 Juni 2026 – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sangatta kembali melaksanakan Ujian Munaqosah Skripsi bagi mahasiswa tingkat akhir pada Sabtu-Ahad, 6-7 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Tarbiyah dan Gedung Syariah tersebut berjalan dengan baik, lancar, dan sukses berkat kerja sama serta sinergi seluruh pihak yang terlibat.

Ketua Panitia Ujian Munaqosah, Achmad Fahruddin, M.S.I., menyampaikan bahwa pelaksanaan munaqosah tahun ini berlangsung dengan lancar berkat dukungan seluruh unsur akademik, mulai dari pimpinan, jurusan, dosen penguji, panitia, hingga mahasiswa peserta ujian.

Mahasiswa yang mengikuti Ujian Munaqosah tahun ini terdiri dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) sebanyak 38 mahasiswa, Manajemen Pendidikan Islam (MPI) 17 mahasiswa, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) 15 mahasiswa, Ekonomi Syariah (ES) 58 mahasiswa, serta Hukum Keluarga/Ahwal Syakhshiyyah (HK/AS) 17 mahasiswa.

Ujian dilaksanakan selama dua hari, yakni pada tanggal 6-7 Juni 2026, mulai pagi hingga selesai. Sebelum mengikuti ujian, mahasiswa diwajibkan telah lulus seluruh mata kuliah teori maupun praktik serta menyelesaikan penulisan skripsi sesuai ketentuan yang berlaku.

Achmad Fahruddin menjelaskan bahwa tahapan pelaksanaan dimulai dari pembentukan panitia oleh jurusan, pembukaan pendaftaran ujian munaqosah, penyusunan tim penguji, hingga penetapan jadwal pelaksanaan. Tim penguji terdiri dari dosen internal STAI Sangatta dari Jurusan Tarbiyah dan Syariah serta dosen eksternal dari UINSI Samarinda, Prof. Dr. Khojir, M.Si.

Dalam ujian ini, aspek yang menjadi fokus penilaian meliputi sistematika penulisan, kedalaman dan keluasan teori, argumentasi teoritis, relevansi teori dengan bidang penelitian, originalitas skripsi, metode penelitian yang digunakan, serta kemampuan mahasiswa dalam mempertahankan argumentasi ilmiahnya di hadapan para penguji.

Menurut Achmad Fahruddin, Ujian Munaqosah merupakan tahapan penting yang harus dilalui mahasiswa sebelum menyelesaikan studi karena berfungsi untuk mengukur penguasaan ilmu, mempertanggungjawabkan hasil penelitian, menilai kemampuan berpikir kritis dan analitis, sekaligus menjamin kualitas lulusan yang dihasilkan perguruan tinggi.

Secara umum, kesiapan mahasiswa dalam menghadapi ujian tahun ini dinilai cukup baik. Meskipun masih terdapat beberapa mahasiswa yang perlu menyelesaikan administrasi akademik, namun secara keseluruhan peserta menunjukkan kesiapan yang memadai dalam mengikuti sidang munaqosah.

Di akhir kegiatan, Achmad Fahruddin berpesan kepada seluruh mahasiswa agar memaknai munaqosah sebagai lebih dari sekadar ujian akhir.

“Munaqosah bukan sekadar ujian akhir untuk memperoleh gelar, tetapi merupakan gerbang menuju pengabdian yang lebih luas di tengah masyarakat. Ilmu yang telah dipelajari hendaknya tidak berhenti pada ruang kelas dan lembar skripsi, melainkan menjadi bekal untuk memberikan manfaat, menyelesaikan persoalan umat, dan berkontribusi bagi bangsa. Semoga sidang munaqosah ini menjadi langkah awal menuju kesuksesan dan keberkahan dalam kehidupan,” ujarnya.

Dengan terlaksananya Ujian Munaqosah Tahun 2026, STAI Sangatta berharap seluruh peserta dapat menyelesaikan tahapan akademiknya dengan baik dan menjadi lulusan yang unggul, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *