Sangatta, 19 Juli 2026 – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sangatta Kutai Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan Seminar Internasional bertajuk ” Shaping the Future of Primary Education: Innovative Pedagogies, Digital Transformation, and Global Citizenship ” yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Minggu (19/7). Kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan jejaring akademik internasional sekaligus wadah berbagi praktik baik dalam pengembangan pendidikan dasar di era transformasi digital.
Seminar menghadirkan dua narasumber internasional yang memiliki pengalaman luas di bidang pendidikan dasar, yaitu Yasuli Bindulem, S.S., M.Ed., Leader Rasmisart School, Thailand dan Sazilina binti Mat Jinal, Founder dan Pengurus Sekolah Rendah Islam Integrasi Darul Ulum Malaysia. Kedua pemateri menyampaikan berbagai perspektif mengenai transformasi pendidikan dasar, pemanfaatan kecerdasan buatan ( Artificial Intelligence ), inovasi pembelajaran digital, pendidikan kewargaan global, serta strategi penilaian yang bermakna bagi peserta didik sekolah dasar.
Kaprodi PGMI STAI Sangatta Kutai Timur, Nur Muhabibudin, M.Pd., menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital dan perubahan karakteristik peserta didik menuntut lembaga pendidikan tinggi untuk terus beradaptasi dalam menyiapkan calon guru yang profesional, inovatif, serta memiliki wawasan global. Menurutnya, seminar internasional ini menjadi ruang strategis bagi dosen, mahasiswa, guru, peneliti, dan praktisi pendidikan untuk memperluas wawasan sekaligus membangun kolaborasi lintas negara dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar.

Dalam pemaparannya, Yasuli Bindulem menekankan pentingnya Global Citizenship Education (GCED) sebagai upaya membentuk peserta didik yang memiliki karakter toleran, peduli terhadap keberagaman, mampu bekerja sama, serta memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat global. Ia menjelaskan bahwa pendidikan kewargaan global perlu diterapkan sejak jenjang sekolah dasar melalui kegiatan pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan sesuai dengan perkembangan anak sehingga mampu membentuk karakter peserta didik sebagai warga negara sekaligus warga dunia yang bertanggung jawab.
Sementara itu, Sazilina binti Mat Jinal mengangkat materi mengenai AI dan Inovasi Digital dalam Pendidikan Sekolah Rendah. Ia menjelaskan bahwa kecerdasan buatan bukanlah pengganti peran guru, melainkan alat yang dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penyusunan bahan ajar, asesmen formatif, serta pembelajaran yang lebih personal sesuai kebutuhan peserta didik. Meski demikian, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dengan pembentukan karakter, nilai, dan interaksi sosial agar perkembangan anak tetap optimal.
Selain menjadi forum akademik, seminar internasional ini juga menghasilkan capaian penting berupa penguatan kerja sama melalui penandatanganan 7 Memorandum of Agreement (MoA) yang terdiri atas 5 kerja sama nasional dan 2 kerja sama internasional bersama Rasmisart School Thailand serta Sekolah Rendah Al-Bagdadi Malaysia. Kerja sama tersebut diharapkan menjadi dasar pelaksanaan berbagai program kolaboratif, seperti penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran dosen dan mahasiswa, penyelenggaraan guest lecture, serta webinar internasional secara berkelanjutan.
Kegiatan yang menargetkan sekitar 300 peserta dari kalangan dosen, guru, kepala sekolah, pengawas, mahasiswa, peneliti, praktisi pendidikan, dan mitra internasional ini menjadi salah satu langkah nyata Program Studi PGMI STAI Sangatta Kutai Timur dalam meningkatkan reputasi akademik di tingkat nasional maupun internasional. Seminar ini juga memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada inovasi dan kolaborasi global.
Melalui kegiatan ini, Program Studi PGMI STAI Sangatta Kutai Timur berharap sinergi yang telah terbangun bersama berbagai mitra internasional dapat terus berkembang menjadi program-program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan mutu pendidikan dasar. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan inovasi pembelajaran, memperluas kesempatan akademik bagi dosen dan mahasiswa, serta memperkuat posisi PGMI STAI Sangatta Kutai Timur sebagai program studi yang aktif membangun jejaring pendidikan di tingkat global.