Rantau Pulung – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sangatta melaksanakan Sosialisasi Perdana Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027 pada kamis, 22 januari 2026 di tiga sekolah menengah di Kabupaten Kutai Timur, yakni SMAN 1 Rantau Pulung, SMKN 1 Rantau Pulung, dan SMKN 2 Bengalon.
Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan oleh tim STAI Sangatta yang berjumlah enam orang, terdiri atas Dr. Eko Nursalim, M.S.I selaku Wakil Ketua I, Moh. Tauhid selaku Wakil Ketua II, Imron Ghozali, M.Hum (Sekretaris UBINSA), Aspiati, M.Pd Kepala Perpustakaan, Nur Indah Wahyuni Staff Perpustakaan, serta If’il Choir, S.H. Staff IT
Sosialisasi di SMAN 1 Rantau Pulung diawali dengan sambutan dari Nur Khamariah, S.Pd, selaku perwakilan guru, yang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran tim STAI Sangatta dalam memberikan wawasan pendidikan lanjutan kepada siswa kelas XII.
“Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa ta’ala karena pada pagi hari ini kita masih diberikan kesempatan untuk berkumpul. Terima kasih kepada Bapak dan Ibu dari Kampus STAI Sangatta yang telah berkenan hadir dan berbagi informasi pendidikan kepada anak-anak kami,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa peserta sosialisasi berjumlah 110 siswa kelas XII yang berasal dari empat kelas dengan peminatan kesehatan, terapan, dan sosio-humaniora, serta berharap para siswa dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Sambutan juga disampaikan oleh Puguh, Guru SMKN 1 Rantau Pulung, yang mengingatkan para siswa agar menghargai setiap ilmu dan informasi yang disampaikan.
“Pilihan setelah lulus sepenuhnya ada di tangan kalian, apakah ingin bekerja, kuliah, atau pilihan lainnya. Namun ketika ada pihak yang datang membawa ilmu dan informasi, dengarkan dengan baik dan manfaatkan kesempatan ini,” pesannya.
Materi sosialisasi utama disampaikan oleh Dr. Eko Nursalim, M.S.I, yang menekankan pentingnya melanjutkan pendidikan tinggi di tengah tantangan globalisasi. Dalam kesempatan tersebut, ia memperkenalkan lima program studi STAI Sangatta, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Ekonomi Syariah, dan Hukum Keluarga Islam.
Eko juga menjelaskan bahwa STAI Sangatta menyediakan dua pilihan sistem perkuliahan, yakni kelas reguler (Senin-Kamis) bagi mahasiswa yang fokus pada perkuliahan, serta kelas weekend berbasis hybrid (Sabtu-Minggu) yang dirancang khusus bagi mahasiswa yang ingin bekerja sambil kuliah.
“Kami membuka dua pilihan kelas agar keterbatasan waktu tidak menjadi penghalang untuk kuliah. Melalui kelas weekend berbasis hybrid, mahasiswa tetap bisa bekerja tanpa harus meninggalkan perkuliahan,” jelas Eko.

Sementara itu, Moh. Tauhid menyampaikan sosialisasi terkait program Beasiswa Gratispol dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang dapat diakses oleh mahasiswa STAI Sangatta, baik pada kelas reguler maupun kelas weekend.
“Mahasiswa kelas weekend memang melakukan pembayaran terlebih dahulu. Namun setelah Beasiswa Gratispol disetujui, biaya yang telah dibayarkan dapat diajukan untuk dikembalikan. Dengan demikian, mahasiswa tetap dapat menempuh pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya,” terang Moh. Tauhid.
Ia menambahkan bahwa persyaratan utama penerima Beasiswa Gratispol meliputi usia maksimal 25 tahun, memiliki KTP Kalimantan Timur, serta Kartu Keluarga yang berdomisili di Kalimantan Timur minimal tiga tahun.

Melalui kegiatan sosialisasi perdana ini, STAI Sangatta berharap para siswa SMA dan SMK di Kabupaten Kutai Timur semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi serta mampu memanfaatkan peluang beasiswa yang telah disediakan oleh pemerintah guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah.






