SANGATTA – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sangatta melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) menyelenggarakan workshop bertajuk “Pemetaan Tren Riset Global: Workshop Analisis Bibliometrik Berbantuan AI untuk Publikasi Ilmiah” pada Selasa, 3 November 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Micro Teaching STAI Sangatta ini menghadirkan Dr. Muhammad Salehuddin, M.Pd. sebagai narasumber.
Workshop tersebut diikuti oleh dosen STAI Sangatta, baik dosen tetap maupun dosen tidak tetap. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya institusi dalam meningkatkan kompetensi dosen di bidang penelitian, khususnya dalam memetakan perkembangan tren riset global dan meningkatkan kualitas publikasi karya ilmiah dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Ketua LP2M STAI Sangatta, Mustatho’, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk membantu dosen memahami arah perkembangan penelitian yang sedang menjadi perhatian dunia akademik. Menurutnya, kualitas tulisan ilmiah tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menulis, tetapi juga oleh relevansi topik penelitian dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tren riset terkini.
Ia menjelaskan bahwa tulisan ilmiah yang tidak mengikuti perkembangan tren penelitian berpotensi kurang mendapatkan perhatian dalam proses publikasi. Oleh karena itu, melalui workshop ini para dosen diharapkan memperoleh bimbingan mengenai pemetaan tren riset serta pemanfaatan AI untuk menyempurnakan kualitas tulisan ilmiah.

Selain agenda workshop, Mustatho’ juga menyampaikan adanya agenda kedua, yaitu pembahasan bantuan pembiayaan publikasi ilmiah bagi dosen tetap. Ia berharap narasumber dapat memberikan masukan dan perbandingan mengenai skema bantuan publikasi yang ideal, baik untuk jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional, termasuk besaran pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan publikasi saat ini.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa publikasi merupakan salah satu bagian penting dari kompetensi seorang dosen. Menurutnya, karya ilmiah yang telah dihasilkan perlu dipublikasikan agar dapat memberikan manfaat, dikenal oleh masyarakat akademik, serta berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
Sementara itu, Ketua STAI Sangatta, Dr. Satria, M.Pd., dalam sambutannya mengapresiasi terselenggaranya kegiatan workshop yang secara konsisten menjadi bagian dari upaya pengembangan kapasitas dosen di lingkungan STAI Sangatta.
Ia menyampaikan bahwa tugas dosen tidak hanya terbatas pada pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, tetapi juga mencakup penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Karena itu, dosen dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi dan melaksanakan seluruh tanggung jawab akademiknya secara optimal.
Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin kompleks menuntut dosen untuk mampu beradaptasi, termasuk memahami perubahan tren penelitian dan memanfaatkan teknologi AI dalam mendukung penulisan karya ilmiah.
Ketua STAI Sangatta juga mengajak seluruh dosen untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan menjadikan workshop ini sebagai momentum evaluasi serta peningkatan produktivitas penelitian. Ia berharap pelatihan yang dilaksanakan setiap tahun tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menghasilkan luaran nyata berupa peningkatan jumlah dan kualitas publikasi ilmiah dosen.
Pada kesempatan tersebut, Ketua STAI Sangatta secara resmi membuka kegiatan workshop dengan mengucapkan basmalah. Pembukaan ini menandai dimulainya rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas penelitian dan publikasi ilmiah bagi dosen STAI Sangatta.
Melalui kegiatan ini, STAI Sangatta berharap para dosen semakin memiliki kemampuan dalam mengidentifikasi peluang penelitian berdasarkan tren global, menerapkan analisis bibliometrik, serta memanfaatkan AI secara tepat dan bertanggung jawab untuk mendukung publikasi ilmiah yang berkualitas.
Workshop ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen STAI Sangatta dalam memperkuat budaya akademik, meningkatkan produktivitas penelitian, dan mendorong kontribusi dosen dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat nasional maupun internasional.