Muara Wahau – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sangatta melaksanakan penarikan peserta Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang telah melakukan pengabdian masyarakat di lima desa di Kecamatan Muara Wahau pada Selasa, 23 Desember 2025. Kegiatan penarikan tersebut berlangsung di Kantor Kecamatan Muara Wahau.
Acara ini dihadiri oleh pimpinan STAI Sangatta, dosen pembimbing lapangan, serta jajaran Pemerintah Kecamatan Muara Wahau. Prosesi sambutan sekaligus penyerahan kembali mahasiswa STAI Sangatta dilakukan oleh Camat Kecamatan Muara Wahau, Marlianto, S.Pd.SD., M.Si.
Dalam sambutannya, Camat Muara Wahau menyampaikan rasa syukur atas kondisi kesehatan seluruh mahasiswa di tengah kondisi wilayah yang sempat dilanda banjir. Ia juga mengungkapkan kebanggaannya atas kehadiran mahasiswa STAI Sangatta yang telah mengabdi di desa-desa wilayahnya.
“Alhamdulillah semuanya sehat. Jangan sampai ada yang sakit, karena setelah banjir biasanya rawan wabah. Kami bangga sekali dengan kehadiran mahasiswa STAI Sangatta di desa-desa kami,” ujar Marlianto.
Lebih lanjut, ia berharap kerja sama antara STAI Sangatta dan Pemerintah Kecamatan Muara Wahau dapat terus berlanjut melalui nota kesepahaman (MoU), sehingga setiap tahun mahasiswa dapat kembali melaksanakan KKL di wilayah tersebut.
“Saya berharap ke depan bisa dibuat MoU agar setiap tahun ada kiriman mahasiswa ke Kecamatan Muara Wahau. Daerah kami masih membutuhkan banyak pembinaan, baik keagamaan maupun pemerintahan desa,” ungkapnya.

Menurutnya, Kecamatan Muara Wahau merupakan wilayah dengan masyarakat yang majemuk dan membutuhkan pendampingan berkelanjutan. Kehadiran mahasiswa dinilai memberikan kontribusi positif bagi pembinaan masyarakat di desa-desa.
“Kami sangat senang jika kegiatan seperti ini terus berlanjut, karena kehadiran mahasiswa membawa ilmu dan semangat perubahan bagi daerah kami,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Camat Muara Wahau juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan KKL terdapat kekurangan dalam pelayanan dan interaksi di masyarakat.
“Apabila selama di desa ada pelayanan atau sikap masyarakat kami yang kurang berkenan, kami mohon dimaafkan. Masyarakat Muara Wahau sangat majemuk sehingga perlu banyak penyesuaian,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua STAI Sangatta, Dr. Satriah, M.Pd, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Muara Wahau beserta seluruh perangkat desa atas dukungan dan pembinaan yang diberikan kepada mahasiswa selama pelaksanaan KKL.
“Di tempat ini mahasiswa kami diserahkan, dan di tempat ini pula kami jemput kembali setelah 45 hari melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Banyak pengalaman dan pembelajaran berharga yang mereka peroleh selama KKL,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa KKL menjadi tahapan penting menjelang penyelesaian studi mahasiswa sebagai bekal menghadapi realitas kehidupan bermasyarakat.
“Apa yang dirasakan di lapangan, baik suka maupun duka, akan membentuk karakter mahasiswa agar siap mengabdi di tengah masyarakat yang majemuk,” lanjutnya.
Ketua STAI Sangatta juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dari mahasiswa selama melaksanakan KKL, sekaligus menyambut baik rencana keberlanjutan kerja sama ke depan.
“Kami mohon maaf apabila terdapat perilaku atau tutur kata mahasiswa kami yang kurang berkenan. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut dan silaturahmi tetap terjaga,” pungkasnya.
Dengan berakhirnya prosesi tersebut, peserta KKL STAI Sangatta resmi ditarik dan dikembalikan ke kampus, dengan harapan pengalaman pengabdian di lima desa Kecamatan Muara Wahau menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menyelesaikan studi dan pengabdian kepada masyarakat di masa mendatang.