in

Ratusan Mahasiswa STAIS Laksanakan KKL di Muara Wahau dan Kongeng – Bupati Minta Jaga Nama Baik Almamater

SANGATTA- Ratusan mahasiswa STAIS yang melakukan KKL (Kuliah Kerja Lapangan) di Kecamatan Muara Wahau dan Kongbeng, Senin (9/3/2020) pagi dilepas secara resmi oleh Bupati Kutim H Ismunandar, di halaman Kantor Sekretariat Kabupaten, kawasan Bukit Pelangi.

Pada kesempatan tersebut, orang nomor satu di Kutim ini mengatakan, kegiatan KKL selama sekitar 45 hari ini merupakan salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Yakni pengabdian. Dia berharap, selama melaksanakan KKL di Muara Wahau dan Kongbeng mahasiswa bisa menjaga nama baik almamater dan Pemkab Kutim.

Mantan Sekkab Kutim ini meminta kepada mahasiswa STAIS selama melakukan KKL di Wahau dan Kongbeng, bisa memberikan pelayanan kepada masyarkat di sana. Selain itu dapat menyampaikan pengertian kepada masyarakat mengenai jam-jam belajar malam.

“Ada imbauan Bupati untuk belajar jam malam mulai jam 7 sampai jam 9 malam. Karena jam-jam tersebut merupakan ibadah sholat Magrib dan belajar bagi pelajar, diharapkan orangtua memberikan bimbingan kepada anaknya,” kata Ismunandar.

Dijelaskan, jam tersebut merupakan prime time, sehingga perlu pengawasan orangtua kepada anaknya. Jangan sampai justru anaknya diajak nonton sinetron di televisi. Sehingga anaknya tidak belajar atau mengaji di rumah.

Bupati menjelaskan, Kongbeng dan Muara Wahau merupakan pintu masuk bagi Kutim dari arah utara. Tentunya rawan terhadap peredaran narkoba. Untuk itu mahasiswa yang melakukan KKL memiliki peran yang sangat besar, dalam pencegahan dan penyalahgunaan narkoba di kedua kecamatan tersebut.

Kemudian masalah kebersihan juga menjadi hal yang penting untuk disosialisasikan kepada masyarakat. Khususnya terkait tentang bagaimana masyarakat menjaga kebersihan dan pengeloaan sampah dengan baik. Selain itu, masyarakat juga diajak untuk menjaga kebersihan dan kesehatan. Jika masih ada warga yang membuang hajat di alam bebas, perlu diidentifikasi dan diajak untuk membuat jamban yang layak dan sehat.

“Mungkin di dua kecamatan itu sebagian besar sudah baik. Yang di Nehes Liahbing, tolong bantu informasikan dengan baik, karena menjadi salah satu destinasi wisata di Kutim. Karena bakal ada momentum dilaksanakan Lom Plai, yang menjadi daya tarik wisatawan,” tambah Ismu.

Selama melaksanakan KKL, sambung Bupati, hendaknya bisa membangun kerjasama yang baik dengan semua pihak. Menyempatkan waktu untuk bisa hadir di majelis taklim yang ada di sana.

Sementara itu Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Mustatho menyampaikan, peserta KKL STAIS kali ini berjumlah 170 mahasiswa. Tersebar ke 2 kecamatan yakni 6 desa di Kongbeng dan 5 desa di Muara Wahau. Ia menerangkan program KKL yang harus dijalankan adalah membentuk pembangunan manusia di bidang sosial keagamaan dan mental spiritual masyarakat.

“Mahasiswa juga harus mampu menjadi perpanjangan tangan dari Pemkab Kutim dan menjaga nama almamater STAI Sangatta”, Ucap Mustatho.

Ratusan mahasiswa yang mengikuti KKL itu terdiri dari 5 Prodi yakni Prodi Ekonomi Syariah (ES), Ahwalus Syakhsyiah (AS) Pendidikan Agama Islam, Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

Sumber: pro.kutaitimurkab.go.id

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Santiaji STAI Sangatta, 165 Mahasiswa Ikuti Kuliah Kerja Lapangan Ke-X